Pengalaman Magang di Anatman Pictures – Iqbal

Anatman Pictures team

Written by Iqbal Golden Akbar

Nama saya Iqbal Golden Akbar, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Universitas Brawijaya Malang. Untuk syarat kelulusan dan melanjutkan ke tugas akhir saya harus mengikuti program magang. Saat pertama kali memilih tempat magang di Anatman Pictures saya masih baru mengenal perusahaan ini.

Awalnya saya tertarik karena perusahaan ini membuat dokumenter yang dikemas berbeda. Saat tiba di Anatman saya melihat proses edit video dokumenter dan belajar tentang cara mengemas dokumenter itu sendiri. Beberapa video saya tonton dan saya catat sebagai refrensi saya dalam mengerjakan tugas kedepannya di perusahaan ini. Ternyata banyak hal yang perlu diperhatikan dalam membuat video dokumenter. Mulai dari pengambilan sampai audio semua diperhatikan dengan cara yang berbeda. Saya diajarkan dari semua sisi. Pengambilan gambar, mereset subjek, mencari konten, menata mood musik, merapihkan audio, dan masih banyak lagi.

Dengan bekal saya di awal masuk perusahaan barulah saya mulai mengerjakan berbagai video. Diawali dengan video pertama saya Vespa Extreme yang saya ambil di daerah Pamulang bersama senior saya mas Mail salah satu videografer Anatman. Sebelum saya berangkat saya membuat pertanyaan dan mencari informasi-informasi tentang Vespa Extreme yang kemudian saya catat di buku. Setelah semua informasi saya sudah lengkap saya menyiapkan peralatan untuk mengambil gambar. Senior saya mengarahkan saya untuk memilih alat-alat yang akan dibawa. Banyak hal yang dipertimbangkan untuk menyiapkan alat. Sederahannya seperti memasukan SD card ke dalam kamera saat menyiapkan agar tidak tertinggal. Sampai di daerah Pamulang saya dan mas Mail mengambil gambar setelah berbincang-bincang sedikit tentang tujuan video yang akan dibuat dengan subjek. Saat mulai akrab dengan subjek kami mulai mengikuti kegiatan mereka.

Staff and interns at Anatman Pictures studio, Jakarta, Indonesia.
The team at Anatman Pictures.

Seiring waktu tidak terasa saya sudah mengerjakan banyak video. Perlahan saya dibiarkan untuk berjalan sendiri dan membuat ide secara mandiri. Saya diberi kebebasan dalam mengolah konten yang saya ingin kerjakan. Konten-konten yang saya buat kurang lebih tentang budaya,sosial,lingkungan, dan juga musik seperti video Legong & Kebaya, Hilal Halal, Sabun Untuk Bumi, music interlude, dan masih banyak lagi.

Projek terakhir saya adalah Koplo Rising dan Samurai Van Java. Dalam projek tersebut saya harus keluar kota untuk menemui subjek yang saya akan wawancarai. Untuk membuat konten yang maksimal saya harus lebih berhati-hati dalam membuat keputusan dan mengumpulkan persiapan saya saat liputan. Mengerjakan konten ini sangat menyenangkan dan juga melelahkan tentunya. Selain saya harus memutar otak, saya juga harus tetap tenang dalam pengambilan keputusan. Seperti lokasi-lokasi yang saya tentukan untuk pengambilan gambar dan penentuan waktu yang tepat. Namun semuanya berjalan dengan lancar juga berkat bantuan dari produser sekaligus host yang bersama saya bernama Renee. Dalam projek terakhir ini saat proses edit saya juga dibantu oleh Bang Putra atau yang kalian kenal dengan Mahatma Putra seorang sutradara dokumenter di Anatman Pictures. Beliau memberikan berbagai saran dan masukan yang membuat saya lebih berfikir kritis.

Pengalaman ini adalah hal baru untuk saya karena saya belum pernah membuat dokumenter sebelumnya. Saya sangat berterima kasih kepada Anatman Pictures yang sudah menerima saya selama 7 bulan untuk magang sebagai videografer. Dari pengalaman ini saya membawa bekal yang mempermudah untuk melanjutkan studi saya. Menurut saya yang bisa saya ambil dari pengalaman ini adalah bahwa lingkungan di sekitar selalu memiliki cerita masing-masing yang bisa kita ambil untuk memotivasi diri dan semakin peduli dengan sekitar itu yang membuat kita sadar bahwa banyak hal di luar sana yang sangat keren dan menginspirasi.

 

Poppy Nur

No Comments

Leave a Comment