Ngelmu Jowo – Learning Javanese Language

Ngelmu Jowo – Learning Javanese Language

“Ketika sebuah bahasa hilang, maka sebuah peradaban juga ikut hilang.” – Dr. Dwi Puspitorini, M.Hum. (Ketua Program Studi Sastra Jawa Universitas Indonesia) Sejak tahun 1999, UNESCO mengapresiasi bahasa daerah dan mengangkat kepedulian dunia terhadap keragaman budaya dan bahasa. Menurut UNESCO, bahasa daerah memiliki nilai lebih dari sekadar alat komunikasi. Jadi, tak perlu malu untuk berbicara dengan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, yang ternyata menduduki peringkat 12 di dunia dengan 76 juta pengguna!

————————————

“If a language disappears, actually a civilization also disappears.” – Dr. Dwi Puspitorini, M.Hum. (Head of Javanese Study, University of Indonesia). Since 1999, UNESCO has appreciated local languages and raised the world’s concern for cultural and linguistic diversity. According to UNESCO, local languages have more values than only for communication tools. So, there’s no need to be ashamed to speak in local languages, including Javanese, which turned out to be ranked 12th in the world with 76 million users!

Info
Date:

March 11, 2020

Category:

Anatman Originals