Certified B Corporation
Anatman Films · Film pendek horor · 2025

Hapus

Dalam tahap pascaproduksi

Ikhtisar

Status
Dalam tahap pascaproduksi
Genre
Horor · kerusuhan 1998 dan penghapusan sejarah
Bahasa
Bahasa Indonesia
Sutradara
Mahatma Putra
Produser
Muttaqiena Imaamaa
Rumah produksi
Anatman Films
Lokasi
Jakarta, Indonesia

Sinopsis

Key, seorang karyawan masa percobaan di sebuah rumah produksi, diminta oleh atasannya untuk menghapus objek-objek dari rekaman video—orang misterius yang berdiri di belakang seorang "pakar sejarah" yang hendak berargumen tentang tragedi 1998.

KEY bingung sekaligus was-was dengan kehadiran sosok itu. Ia mencoba menghapus, tetapi berulang kali gagal. Ia mengalami peristiwa yang terus menerus membuatnya gusar, tetapi atasannya terus meyakinkannya untuk menyelesaikan pekerjaan itu.

Meskipun ketakutan, Key kembali ke ruang penyuntingan dan akhirnya berhasil menghapus sosok misterius itu dari video. Ketika Key melirik ke samping, sosok itu muncul dengan wajah yang mirip dengan wajahnya sendiri.

Hapus

Mahatma Putra

Catatan sutradara

Lewat film Hapus, kami berharap bisa mengajak penonton untuk menelusuri kembali perasaan-perasaan yang muncul dari kerusuhan 1998, yang sasaran kerusuhan kebanyakan direpresentasikan lewat kawasan Pintu Besar Selatan, Glodok.

Setting tahun, latar, dan karakter disiapkan sedemikian rupa untuk menampilkan alternatif pemahaman akan kerusuhan 98, sekaligus sebagai kritik terhadap cara-cara menarasikan peristiwa ini.

Salah satu treatment-nya, “kita semua korban, kita semua pelaku,” menjadi narasi utama film Hapus , mengingatkan kita bahwa kini, tragedi 98 bukan hanya mengakar pada peristiwanya, sejarah yang tak jarang dipelintir, dihapus, dilupakan, tapi sampai membentuk pola pikir dan penafsiran tertentu akan lembaga dan identitas sesama.

Film ini menceritakan tentang hantu sejarah yang akan datang kepada mereka para pelaku modifikasi dan penghapusan sejarah. Hantu-hantu ini pun hidup dalam diri kita masing-masing, dalam memori kita masing-masing, memori kolektif kita bersama.

Tidak ada yang terpisah antara hantu, yaitu kita semua yang mejadi korban, dan kita semua semua yang juga jadi skrup dalam mesin pelaku penghapusan sejarah.

Upaya penghapusan dan modifikasi sejarah Orwelian dalam 1984 rupanya sedang benar-benar sedang terjadi. Terutama dari statement viral Menteri Kebudayaan kita dalam melihat sejarah 1998. Kita bisa menjadi pelaku, atau bisa menjadi orang yang speak up terhadap upaya penghapusan sejarah yang sedang terjadi.

— Mahatma Putra

Hapus

Poster film

Poster Hapus

Hapus

Karakter

  • Key

    Key

    Alya Syahrani

    Key, karyawan baru dengan posisi probasi yang bersemangat untuk mendapatkan posisi tetap. Sebagai lulusan baru yang tinggal jauh dari rumah, ia bersedia melakukan apa pun demi mencapai stabilitas keuangan agar bisa hidup di Jakarta. Key sebenarnya santai dan cuek. Secara emosional, Key cenderung berjarak dengan cerita-cerita di balik pekerjaan yang ia lakoni, termasuk kekerasan dan pemerkosaan massal 98. Baginya, peristiwa itu masih dipahami sejauh "kata orang", tapi dalam dirinya ada semacam kebingungan. Seiring tugas itu dikerjakan Key, masa lalu itu terus membangunkannya, membuatnya gusar akan topik yang tak pernah disinggungnya, termasuk kekhawatiran bahwa mungkin saja “pemerkosaan massal” itu dapat terjadi juga padanya.

  • Unggul

    Unggul

    Kiki Narendra

    Seorang ahli sejarah bayaran “milik pemerintah”, 40 tahun. Di luar ia terlihat sangat berwibawa, ciri khas seorang intelek netral. Padahal, di balik itu, ia adalah seorang mantan preman yang disekolahkan penguasa hingga kemudian menjadi tangan kanan diam-diam pemerintah. Tugasnya adalah menjadi ahli sejarah yang piawai menghadapi masalah publik. Dalam banyak hal, ia adalah tokoh yang dikenal cakap, tapi ada satu suara masyarakat yang tak boleh ia dukung; kebenaran yang dicari masyarakat itu sendiri.

Muttaqiena Imaamaa

Catatan produser

Jakarta adalah saksi sejarah Indonesia. Di balik gemerlap gedung tinggi metropolitan, tersimpan banyak rahasia peristiwa penting terjadi di Jakarta yang menentukan perjalanan negara, salah satunya peristiwa Kerusuhan 1998 yang memakan banyak korban jiwa.

Sayangnya saat ini sering terjadi penghapusan fakta sejarah untuk kepentingan politik, sebuah propaganda yang menginginkan sejarah kelam 1998 dilupakan oleh masyarakat.

Film Hapus ingin memberikan kesadaran bahaya dari penghapusan fakta sejarah, dalam bentuk film horor yang lebih menghibur sehingga pesannya bisa disampaikan kepada masyarakat luas. Kami yakin sejarah kelam yang menghantui kita baiknya diterima apa adanya sebagai pembelajaran agar tidak terjadi lagi di masa depan.

Hapus

Lokasi: kantor rumah produksi

Hapus

Tim produksi & kredit

Directed by

  • Mahatma Putra

Written & produced by

  • Muttaqiena Imaamaa

Starring

  • Alya Syahrani
  • Kiki Narendra

Production

  • Anatman Films