Certified B Corporation
Anatman Films · Dokumenter panjang · 2024

Terpejam untuk Melihat

Closing Eyes to See

Nominasi Piala CitraFestival Film IndonesiaFilm Dokumenter Panjang Terbaik · 2024
Diputar di TEDxBandung, 2024

Ikhtisar

Durasi
77 menit
Genre
Dokumenter politik & ekologi
Bahasa
Bahasa Indonesia
Sutradara
Mahatma Putra
Produser
Muttaqiena Imaamaa
Rumah produksi
Anatman Films
Lokasi
Indonesia

Sinopsis

Terpejam untuk Melihat berawal dari keterhubungan segala hal di alam semesta dan bermuara pada pertanyaan tentang bagaimana kita saling terhubung melalui pilihan-pilihan kita—pilihan yang ternyata berdampak politis. Berjelajah dari sebuah pesantren ekologi di Garut, jurnalis, aktivis, ketua Partai Hijau, filsuf Yesuit, hingga pekerja kantoran yang memilih pindah ke desa untuk bertani, film ini menelusuri beragam cara orang-orang memperjuangkan sistem yang lebih adil: dari dalam sistem, melawannya, atau keluar sama sekali dari sistem tersebut.

Dinarasikan dengan hangat oleh Nadine Alexandra Dewi, film ini ditutup dengan meditasi terpandu: memejamkan mata untuk melihat pilihan sehari-hari kita dengan lebih jernih.

Sebuah dokumenter independen yang diproduksi tanpa tujuan komersial. Didanai melalui donasi Anatman Pictures ke Yayasan Anatman for Community sebagai bagian dari komitmen B Corp kami, film ini dapat ditonton secara gratis di YouTube.

Poster Terpejam untuk Melihat

Terpejam untuk Melihat

Still film

Mahatma Putra

Catatan sutradara

Setelah Diam & Dengarkan (2020), banyak hal berubah dalam caraku memandang dunia. Lingkungan dan alam semesta ini saling terhubung secara mendalam, dan itu tidak berhenti pada hal-hal materi semata. Sekecil apa pun yang kita lakukan, dampaknya akan terus bergulir.

Hidup adalah tentang memilih. Seorang dewasa dihadapkan pada sekitar 35.000 pilihan setiap harinya, sejak bangun tidur hingga memejamkan mata kembali. Dulu, aku selalu menghindari membuat film tentang politik karena merasa tak punya kapasitas untuk membahasnya. Namun, setelah belajar dari para narasumber di film ini, aku menyadari bahwa pilihan-pilihan yang kita buat setiap hari sesungguhnya sangat politis.

Kesadaran itu membawaku pada sebuah pilihan politikku sendiri: membuat film tentang menyadari pilihan-pilihan kita dari momen ke momen. Pilihan yang bisa kita lihat dengan lebih jernih saat kita mengambil jeda, dengan mata terpejam.

— Mahatma Putra

Terpejam untuk Melihat

Babak

  1. ·

    Pembuka

    Film dibuka dengan puisi bergaya tutur sederhana ala Thich Nhat Hanh: menyentuh awan, menyentuh makanan di hadapan kita, dan menyentuh keterhubungan lewat kesederhanaan.

  2. 1

    Berkesalingan

    Nissa Wargadipura – Ath Thaariq · Dwi Pertiwi – permaculture practitioner

    Di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Nissa Wargadipura menjelaskan bagaimana segala hal di alam raya saling terikat. Jauh sebelum ada demokrasi dan pemilu, manusia sudah berpolitik, serta bagaimana kehidupan berakar pada kedekatan kita dengan alam. Nilai yang sama kembali hadir di Omah Lor, rumah bagi para praktisi permakultur.

  3. 2

    Politik praktis

    Joan Rumengan · Evi Mariani – Project Multatuli · Mama Atha – Sanggar Seni Kampung Duri

    Para jurnalis dan aktivis yang berjuang bagi mereka yang tersingkirkan oleh sistem: Joan Rumengan tentang liputan jurnalistik dan mindfulness, Evi Mariani tentang melawan ketidakadilan lewat Project Multatuli, dan Mama Atha, seorang transpuan akar rumput, tentang mereka yang suaranya tak pernah terwakili.

  4. 3

    Di dalam sistem

    Anggiasari Puji Aryatie · John Muhammad – Partai Hijau Indonesia · Franz Magnis-Suseno

    Tiga jalan di dalam sistem yang mapan: Anggiasari, seorang perempuan difabel yang menjadi penasihat Wakil Ketua MPR; John Muhammad dari Partai Hijau Indonesia yang masih berskala kecil; serta Franz Magnis-Suseno tentang bagaimana agama—sebagaimana dicatat sejarah—dapat menjadi alat kekuasaan absolut.

  5. 4

    Di luar sistem

    Maharlikha – farmer, Banjarnegara

    Maharlikha meninggalkan dunia perkantoran lalu pindah ke sebuah desa di Banjarnegara demi merawat orang tuanya dan hidup berlandaskan prinsip budaya bertani. Bukan gambaran yang serba ideal, melainkan sebuah bukti bahwa memilih jalan hidup yang berbeda itu sangat mungkin, termasuk berada di luar sistem yang ditetapkan negara.

  6. 5

    Pilihan sehari-hari

    Gede Robi – Navicula · Andre Dananjaya – Kopernik · Komunitason · Mahatma Putri · Nyoman Arianto · Mas Amad

    Kesadaran politik tak hanya hadir di bilik suara. Musisi Gede Robi, seorang pembuat board game, pembuat sabun ramah lingkungan, ketua bank sampah, para guru yang membersihkan pantai-pantai Bali, hingga Mas Amad, seorang pekerja rumah tangga yang menanam sendiri bahan pangannya—mereka semua mengambil pilihan dengan caranya masing-masing, setiap hari.

  7. ·

    Epilog

    Berjuang dari dalam sistem atau melangkah keluar darinya; yang terpenting adalah menentukan pilihan secara sadar, setiap hari. Jadilah bola salju. Film ini diakhiri dengan meditasi yang dipandu oleh narator, mengingatkan kita bahwa kita tak sekadar saling terhubung, melainkan benar-benar menyatu.

Ilustrasi babak

Terpejam untuk Melihat

Tim produksi & kredit

Narrated by

  • Nadine Alexandra Dewi

Executive Producers

  • Mahatma Putra
  • Natasha May
  • Muttaqiena Imaamaa

Producer

  • Muttaqiena Imaamaa

Director

  • Mahatma Putra

Written & Developed by

  • Mahatma Putra
  • Lidwina Audrey
  • Muttaqiena Imaamaa
  • Joan Rumengan

Cinematographers

  • Mahatma Putra
  • Abrian Maulana Azmi
  • Lidwina Audrey

Production Support

  • Sigit Tri Handaya
  • Slamet Azis Umar
  • Suryo Wijoyo

Post Producer

  • Anggita Panji Nayantaka

Editors

  • Fahrizal Mochammad
  • Mahatma Putra
  • Lidwina Audrey
  • Jason Rafael Chandra

Colorist

  • Fahrizal Mochammad

Motion Graphic & Animation

  • Galih Wardani
  • Kamaliatul Muschinah

Audio & SFX Engineers

  • Hari Kurnia
  • Hamurakabi

Campaign Strategist

  • Frederica Nancy

Graphic Designer

  • Margaretha Davina