Closing Eyes to See

Film lengkap
Ikhtisar
- Durasi
- 77 menit
- Genre
- Dokumenter politik & ekologi
- Bahasa
- Bahasa Indonesia
- Sutradara
- Mahatma Putra
- Produser
- Muttaqiena Imaamaa
- Rumah produksi
- Anatman Films
- Lokasi
- Indonesia
Sinopsis
Terpejam untuk Melihat berawal dari keterhubungan segala hal di alam semesta dan bermuara pada pertanyaan tentang bagaimana kita saling terhubung melalui pilihan-pilihan kita—pilihan yang ternyata berdampak politis. Berjelajah dari sebuah pesantren ekologi di Garut, jurnalis, aktivis, ketua Partai Hijau, filsuf Yesuit, hingga pekerja kantoran yang memilih pindah ke desa untuk bertani, film ini menelusuri beragam cara orang-orang memperjuangkan sistem yang lebih adil: dari dalam sistem, melawannya, atau keluar sama sekali dari sistem tersebut.
Dinarasikan dengan hangat oleh Nadine Alexandra Dewi, film ini ditutup dengan meditasi terpandu: memejamkan mata untuk melihat pilihan sehari-hari kita dengan lebih jernih.
Sebuah dokumenter independen yang diproduksi tanpa tujuan komersial. Didanai melalui donasi Anatman Pictures ke Yayasan Anatman for Community sebagai bagian dari komitmen B Corp kami, film ini dapat ditonton secara gratis di YouTube.

Terpejam untuk Melihat
Still film








Mahatma Putra
Catatan sutradara
Setelah Diam & Dengarkan (2020), banyak hal berubah dalam caraku memandang dunia. Lingkungan dan alam semesta ini saling terhubung secara mendalam, dan itu tidak berhenti pada hal-hal materi semata. Sekecil apa pun yang kita lakukan, dampaknya akan terus bergulir.
Hidup adalah tentang memilih. Seorang dewasa dihadapkan pada sekitar 35.000 pilihan setiap harinya, sejak bangun tidur hingga memejamkan mata kembali. Dulu, aku selalu menghindari membuat film tentang politik karena merasa tak punya kapasitas untuk membahasnya. Namun, setelah belajar dari para narasumber di film ini, aku menyadari bahwa pilihan-pilihan yang kita buat setiap hari sesungguhnya sangat politis.
Kesadaran itu membawaku pada sebuah pilihan politikku sendiri: membuat film tentang menyadari pilihan-pilihan kita dari momen ke momen. Pilihan yang bisa kita lihat dengan lebih jernih saat kita mengambil jeda, dengan mata terpejam.
— Mahatma Putra
Terpejam untuk Melihat
Babak
- ·
Pembuka
Film dibuka dengan puisi bergaya tutur sederhana ala Thich Nhat Hanh: menyentuh awan, menyentuh makanan di hadapan kita, dan menyentuh keterhubungan lewat kesederhanaan.
- 1
Berkesalingan
Nissa Wargadipura – Ath Thaariq · Dwi Pertiwi – permaculture practitioner
Di Pesantren Ekologi Ath-Thaariq, Nissa Wargadipura menjelaskan bagaimana segala hal di alam raya saling terikat. Jauh sebelum ada demokrasi dan pemilu, manusia sudah berpolitik, serta bagaimana kehidupan berakar pada kedekatan kita dengan alam. Nilai yang sama kembali hadir di Omah Lor, rumah bagi para praktisi permakultur.
- 2
Politik praktis
Joan Rumengan · Evi Mariani – Project Multatuli · Mama Atha – Sanggar Seni Kampung Duri
Para jurnalis dan aktivis yang berjuang bagi mereka yang tersingkirkan oleh sistem: Joan Rumengan tentang liputan jurnalistik dan mindfulness, Evi Mariani tentang melawan ketidakadilan lewat Project Multatuli, dan Mama Atha, seorang transpuan akar rumput, tentang mereka yang suaranya tak pernah terwakili.
- 3
Di dalam sistem
Anggiasari Puji Aryatie · John Muhammad – Partai Hijau Indonesia · Franz Magnis-Suseno
Tiga jalan di dalam sistem yang mapan: Anggiasari, seorang perempuan difabel yang menjadi penasihat Wakil Ketua MPR; John Muhammad dari Partai Hijau Indonesia yang masih berskala kecil; serta Franz Magnis-Suseno tentang bagaimana agama—sebagaimana dicatat sejarah—dapat menjadi alat kekuasaan absolut.
- 4
Di luar sistem
Maharlikha – farmer, Banjarnegara
Maharlikha meninggalkan dunia perkantoran lalu pindah ke sebuah desa di Banjarnegara demi merawat orang tuanya dan hidup berlandaskan prinsip budaya bertani. Bukan gambaran yang serba ideal, melainkan sebuah bukti bahwa memilih jalan hidup yang berbeda itu sangat mungkin, termasuk berada di luar sistem yang ditetapkan negara.
- 5
Pilihan sehari-hari
Gede Robi – Navicula · Andre Dananjaya – Kopernik · Komunitason · Mahatma Putri · Nyoman Arianto · Mas Amad
Kesadaran politik tak hanya hadir di bilik suara. Musisi Gede Robi, seorang pembuat board game, pembuat sabun ramah lingkungan, ketua bank sampah, para guru yang membersihkan pantai-pantai Bali, hingga Mas Amad, seorang pekerja rumah tangga yang menanam sendiri bahan pangannya—mereka semua mengambil pilihan dengan caranya masing-masing, setiap hari.
- ·
Epilog
Berjuang dari dalam sistem atau melangkah keluar darinya; yang terpenting adalah menentukan pilihan secara sadar, setiap hari. Jadilah bola salju. Film ini diakhiri dengan meditasi yang dipandu oleh narator, mengingatkan kita bahwa kita tak sekadar saling terhubung, melainkan benar-benar menyatu.
Ilustrasi babak





Terpejam untuk Melihat
Tim produksi & kredit
Narrated by
- Nadine Alexandra Dewi
Executive Producers
- Mahatma Putra
- Natasha May
- Muttaqiena Imaamaa
Producer
- Muttaqiena Imaamaa
Director
- Mahatma Putra
Written & Developed by
- Mahatma Putra
- Lidwina Audrey
- Muttaqiena Imaamaa
- Joan Rumengan
Cinematographers
- Mahatma Putra
- Abrian Maulana Azmi
- Lidwina Audrey
Production Support
- Sigit Tri Handaya
- Slamet Azis Umar
- Suryo Wijoyo
Post Producer
- Anggita Panji Nayantaka
Editors
- Fahrizal Mochammad
- Mahatma Putra
- Lidwina Audrey
- Jason Rafael Chandra
Colorist
- Fahrizal Mochammad
Motion Graphic & Animation
- Galih Wardani
- Kamaliatul Muschinah
Audio & SFX Engineers
- Hari Kurnia
- Hamurakabi
Campaign Strategist
- Frederica Nancy
Graphic Designer
- Margaretha Davina
Terpejam untuk Melihat
Liputan media
- 18 Jul 2024identitas Unhas · UlasanMembuka Mata dengan “Terpejam Untuk Melihat”
- 20 Apr 2024Mubadalah.id · UlasanYang Hilang dari Hidup Kita: Dokumenter Terpejam untuk Melihat (2024)
- 24 Feb 2024tatkala.co · UlasanTerpejam untuk Melihat (2023): Suara-suara dari Tepi
- 2024Tempo · Teroka · UlasanResensi Film Terpejam untuk Melihat
- 2024Tempo · Teroka · WawancaraBukan Menggantungkan Semua Hal ke Politik Praktis


