Cerita Berkembang di Anatman

Hai, kenalin nama gue Lia, seorang mahasiswa Televisi dan Film Universitas Padjadjaran

yang punya goals buat coba semua jenis media yang ada di industri kreatif ini sebelum gue

selesai kuliah. Supaya setelah lulus, gue bisa langsung tahu mau kerja di lingkungan yang

seperti apa dan gak buang-buang waktu untuk explore lagi. Sampai orang-orang di sekitar

gue bilang kalau gue ini adiksi magang, padahal gak tahu aja mereka kalau ini itu salah satu

bentuk coping mechanism juga.


Salah satu yang belum gue coba adalah rumah produksi yang punya fokus di lingkup

dokumenter. Oleh karena itu Anatman Pictures menjadi destinasi perjalanan gue

selanjutnya. Sebagai anak yang kebanyakan bercanda dan kerjaannya cuma haha hihi

doang, dokumenter merupakan salah satu project tersusah yang pernah gue kerjain selama

ini. Harus keluar dari zona nyaman dan coba hal baru yang gak gue banget. Yang biasanya

selalu mengeksekusi cerita fiksi dari imajinasi, sekarang harus gali-gali sekitar kita buat bikin

realitas jadi sebuah karya yang gak cuma menarik tapi harus bernilai juga. It’s scary, but I

still can sense the tingling inside me.



Di sini gue disatukan dengan tim dengan latar belakang yang berbeda-beda banget, coba bayangin betapa susahnya menyatukan semua kepala cuma untuk menciptakan satu karya tanpa harus menghilangkan rasanya masing-masing. Prosesnya pun gak mudah dan sebentar. Dimulai dengan coret-coretan di atas kertas, diskusi buat menyatukan visi, pitching ke kakak-kakak keren yang bikin minder sampai kaki gemeter, harus kejar-kejaran sama waktu buat dapetin momen yang golden, habis itu masih ada proses menjahit semua gambar yang sudah kita dapat biar bisa jadi satu cerita, benerin warna, masukkin nada. Sampai akhirnya, lahirlah Berkembang.


Berkembang datang dari kecintaan gue pribadi terhadap bunga, karena kesamaanya dengan manusia. Sama-sama akan terus berkembang, hidup dengan makna yang berbeda-beda, hingga mati dan mungkin di kehidupan selanjutnya akan tumbuh lagi. Dokumenter ini memang masih jauh dari kata sempurna dan ini juga yang pertama, tapi semoga pesan dari cerita ini bisa sampai di rasa.



Terima kasih Alifah, Adiva, Axel, dan Wandri atas waktu, energi, dan pikirannya untuk Berkembang kita yang satu ini. Terima kasih juga kakak-kakak Anatman Pictures atas bimbingan dan wejangannya. Meskipun singkat, namun perjalanan ini akan terus diingat.


Keep blooming.


37 views0 comments

Recent Posts

See All