Jadi Illustrator dan Animator di Anatman Academy

Awal aku bertemu dengan Anatman Academy sebetulnya cukup lucu. Aku bukan tipe mengikuti production house di instagram, pun sering-sering membuka instagram saja tidak. Jadi, orang pertama yang mencetuskan agar aku mengirim lamaran ke Anatman Academy ini adalah tiada lain dari ibuku. Cerita bagaimana aku bisa tahu soal Anatman Academy lalu melamar kesini sempat mengundang tawa dan rasa takjub untuk kakak-kakak yang sempat mewawancarai aku saat lamaranku diterima.


Setiap melamar dan wawancara, aku selalu sedikit gugup. Pasalnya latar belakang aku sebagai homeschooler sejak SMP menjadi sumber dari banyak pertanyaan besar seperti darimana aku belajar kalau bukan di sekolah atau universitas? Maka dari itu aku cukup lega dan senang ketika respon dari kakak-kakak yang mewawancarai membuatku lebih percaya diri dengan hasil karyaku. Selama di Anatman Academy pun selalu begitu. Aku mendapatkan banyak tips dan trik, terutama soal animasi karena aku memang masih belajar banyak disitu. Dibimbing oleh kakak-kakak yang hebat dan sangat mengakomodasi membuatku gak takut untuk menunjukkan kebingunganku soal beberapa hal, terutama istilah-istilah di dunia perfilman seperti “online” dan “offline” editing, hahahah. Di Anatman Academy juga aku berhasil keluar dari zona nyaman, yakni berhasil membuat background detil pertamaku untuk di animasi “Sulaiman”. Sebagai ilustrator yang hobinya bikin muka orang dengan background polos, background selalu menjadi sesuatu yang sulit kuhadapi. Selain itu, aku juga kembali menghidupkan dan mengembangkan teknik yang jarang aku gunakan seperti animasi frame by frame yang bisa dilihat di dokumenter buatan Anatman Academy; Berkembang.


Pembuatan Berkembang penuh suka dan dukanya tersendiri. Karena aku yang minim pengalaman juga pengetahuan soal dokumenter menjadi harus tahu lebih soal dokumenter. Posisiku yang jarak jauh di Yogya juga menjadikan aku gak bisa ikut mendatangi pasar Rawa Belong subuh-subuh demi mengejar gerobak sampah (yang aku pikir sangat seru). Tapi tidak ada sekalipun teman-temanku membuat aku merasa terkucilkan dan kita selalu bertukar kabar disela meeting. Sama-sama saling mewaraskan satu sama lain mendekati deadline, hahahah.



Aku sangat bangga sudah bisa diterima, menjalankan, menantang dan melewati 3 bulan di Anatman Academy. Bertemu dan belajar dari kakak-kakak yang keren dan saling belajar satu sama lain juga dengan teman-temanku di Anatman Academy. Aku yakin ini adalah salah satu memori yang akan berkesan kedepannya.


Terima kasih banyak untuk Anatman Pictures dan tim sudah memberi aku kesempatan yang berharga ini!

19 views0 comments

Recent Posts

See All